Kamis, 26 Februari 2009

Kain kiswah bisa jadi jimat
Semua umat islam sudah mafhum bahwa kain penutup kakbah adalah benda yang dikeramatkan oleh kerajaan Arab Saudi. Setiap tahun kain kiswah diganti dengan tujuan pemeliharaan kakbah. Kain kiswah biasanya di gulung hingga sulit untuk menjangkau agar tidak ada yang menyalahgunakan. Tapi ada juga yang nekad menggunting kain kiswah dengan cara menggunting kain. Salah satu keistimewaan kain kiswa dapat dijadikan jimat agar kebal terhadap benda tajam. Sebenarnya cara seperti ini tidak pernah dilakukan rasulullah dan mengarah pada perbuatan takhayyul, khurafat dan bid’ah. Karena memang Rasulullah tidak melakukannya.
Cerita nenek moyang
Kiswah adalah kain penutup Ka’bah yang berwarna hitam berfungsi sebagai ‘pembungkus’. Kiswah tergantung dari atap sampai ke kaki, diikatkan pada gelang-gelangan tembaga agar tidak mudah dijangkau tangan usil yang hendak menyobek atau menyayat kain kiswah untuk dijadikan jimat.
Lipatan kiswah itu dilapisi kain putih sebagai tanda bahwa Ka’bah dalam keadaan ihram. Pada tanggal 10 Zulhijjah, ketika jamaah haji wukuf dan berada di Mina, kiswah dan kain penutup makam Ibrahim diganti dengan yang baru.
Pada kiswah, selain motif-motif kembang terdapat juga sulaman kaligrafi Kalimat Syahadat. Terdiri atas 47 potong kain, lebar seluruh kiswah adalah 658 M2. Masing – masing panjangnya 14 m dan lebarnya 95 cm. Cukup lebar untuk menutupi Ka’bah pada ke empat sisinya.
Kiswah dibuat dari bahan sutera asli warna hitam, yang tingginya mencapai 14 m, dibagian atas terdapat ‘sabuk’ selebar 95 cm, dengan panjang 47 M. Masing-masing ditulisi ayat-ayat Al-Quran, dan tiap-tiap kaligrafi di kelilingi dua bingkai ornamen Islam. Baik tulisan ayat maupun ornamen dibentuk dengan sulaman timbul, menggunakan benang perak dan emas.
Selain itu, ada enam ayat diborder di bawah sabuk Ka’bah. Di pintu Ka’bah juga diberi Kiswah yang tingginya 7,5 m dan lebarnya 4 m. Harga atau ongkos pembuatan kiswah yang dibuat secara khusus oleh satu pabrik di Makkah ini cukup mahal, SR. 17.000.000 (17 juta Saudi Riyal). Dana sebesar itu digunakan untuk membeli 670 kg bahan sutera serta 120 kg emas dan perak yang dipakai untuk menghiasi kiswah. Pabrik pembuat kiswah mempekerjakan tidak kurang dari 240 orang, terdiri atas tenaga kasar, staf, seniman dan tenaga administrasi. Mereka dibagi ke dalam enam bagian; pembuatan sabuk, tenunan tangan, pencelupan, tenunan mekanik, pencetakan dan tutup dalam Ka’bah. Alhasil, kiswah adalah karya masal dan mahal hasil tangan-tangan terampil yang bekerja secara tekun.
Konon menurut cerita, orang yang selalu membawa kain kiswah akan selamat dari kejahatan. Misalnya ketika terjadi kecelakaan, orang yang memegang kain kiswah akan selamat dan tidak luka. Berbagai fakta dilapangan membuktikan, banyak kiai tradisional yang percaya bahwa kain kiswa mampu dijadikan jimat. Miskipun dalam al-quran tidak dijelaskan bahwa kain kiswah berkhasiat untuk jimat. Hampir semua presiden Indonesia mempunyai kain kiswah, karena kain tersebut hasil pemberian atau hadiah dari kerajaan Arab Saudi untuk kepala Negara di Negara muslim seperti Indonesia.
Ayat al-quran
Dalam surat Az Zukhruf ayat (48). “Dan tidaklah Kami perlihatkan kepada mereka sesuatu mukjizat kecuali mukjizat itu lebih besar dari mukjizat-mukjizat yang sebelumnya. Dan Kami timpakan kepada mereka azab supaya mereka kembali (ke jalan yang benar).
Surat Al-Imran ayat (96). Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadat) manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia.
Ya, Baitullah adalah bangunan pertama yang dibangun untuk menyembahNya. Itu yang juga agar ketahui. Tentu ada sesuatu terhadap sesuatu dan banyak hal yang memberikan penjelasan yang menarik tentang rumah itu. (ham)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar